Sejarah Pembuatan Tugu Jogja, www.jogja-sewamobil.com – Di jaman seperti sekarang ini liburan adalah sesuatu yang pokok. Tapi unuk jaman now seperti ABG labil yang pada umumnya, mereka tidak mengerti asli tujuan atau hikmahnya sebuah liburan. Karena yang mereka hanya tau kalau liburan itu pokoknya membawa kamera digital atau kamera Hand Phone untuk menambah koleksi foto lalu di upload di media sosial. Yang di serbu saat mengambil gambar tidak lain adalah yang menjadi icon kota tersebut.

Bicara mengenai icon sebuah kota yang menjadi daya tarik, Tugu Jogja memang menjadi landmark kota Jogja yang sangat terkenal. Monumen ini berada di perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan AM Sangaji, dan juga Jalan Diponegoro. Tugu Jogja ini telah berusia hampir 300 tahun. Tugu ini bukan sembarang tugu melainkan ada banyak rekaman sejarah dan makna di kota Yogyakarta. Berikut ini sedikit gambaran dari kami mengenai Tugu Jogja.

Sejarah Pembangunan Tugu Jogja

Pada jaman dahulu semua bangunan memiliki arti dan pesan dari si pembuat yang di sampaikan melewati bentuk bangunan atau warna dari bangunan tersebut. Tidak lain dari pembuatan icon dari kota Jogja yang bernama Tugu. Bangunan ini memiliki arti yang sangat dalam dan bentuk persatuan semangat rakyat untuk melawan penjajah pada masa Negara Indonesia belum merdeka.

Semangat persatuan tersebut disebut dengan golong gilig yang jelas tergambar di bangunan tugu. Tiang yang berbentuk silinder atau gilig, dan puncaknya yang berbentuk bulat atau golong. Oleh karena itu Tugu ini juga disebut sebagai Tugu Golong Gilig. Tugu tersebut dibangun pada awalnya dengan bentuk tiang silinder yang kemudian mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar. Sementara itu d bagian puncaknya berbentuk bulat. Dan untuk ketinggian bangunan Tugu itu sendiri awalnya hanya mencapai 25 meter. Akan tetapi pada tanggal 10 Juni 1867 gempa yang menguncang kota Jogja yang membuat bangunan Tugu tersebut rusak.

Akhirnya pada tahun 1889  saat itu Yogyakarta di kuasai oleh pemerintah Belanda membangun kembali dan merenovasi bangunan Tugu. Akan tetapi Tugu yang dibuat berbentuk persegi dengan setiap sisinya dihias dengan semacam prasasti. Bagian puncaknya sudah tidak lagi bulat melainkan kerucut yang runcing. Sementara itu ketinggiannya justru menjadi lebih rendah yakni sekitar 15 meter lebih rendah dari bangunan sebelumnya. Dari hasil renovasi tersebut akhirnya tugu tersebut dinamakan De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

Tugu Jogja Yang Telah Berubah Arti

Perubahan bangunan Tugu pada saat itu adalah taktik dari Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Tetapi masyarakat sudah tau akan taktik licik para kompeni yang akan mengendorkan semangat para pejuang. Semangat masyarakat tetap membara layaknya api yang berkobar menghanguskan bumi. Melihat semangat yang tetap konsisten akhirnya taktik licik Belanda tidak berhasil.

This image has an empty alt attribute; its file name is Kota-jogja-1.jpg

Sekarang juga sudah di buatkan sebuah alur cerita dan replika tentang sejarah dari bangunan Tugu Jogja yang fenomenal itu. Tempat itu berada di pojok tenggara dari Tugu Jogja. Terdapat juga tempat duduk yang di siapkan untuk anda untuk bersantai-santai sembari mengambil foto bukt

Saat ini setiap malam banyak anak muda yang nongkrong atau berfoto-foto di sekitaran Tugu Jogja. Biasanya mereka adalah wisatawan atau pendatang yang berasal dari daerah lain. Tidak jarang tempat itu sampai ramai tengah malam selalu ada pengunjung yang menyempatkan menempelkan tangannya ke bangunan Tugu Jogja dengan harapan bisa kembali lagi ke Jogja. Untuk anda wisatawan yang ingin juga menyentuh Tugu Jogja bisa Sewa Mobil Jogja sebagai sarana anda dalam urusan transportasi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan menambah wawasan anda terhadap kota Yogyakarta.